Oleh: atep t hadiwa js | September 24, 2008

Kodrat hidup

Saat kubaca puisi-puisiMu
terasa kecil dan hampa pikiranku, ketika gelisah
hanguskan setumpuk kertas yang tersusun rapi
padamkan lentera ketika beranjak
setelah itu,
aku terdiam berselimut ketakutan
saat gelap kutelusuri puisi-pisiMu
semakin menusuk jiwa dalam pikiran yang kaku
harus aku sadari,
segala kesombongan dalam diri, kini hangus terbakar
jadi abu pencuci piring bekas makan
dalam gelap,
aku cari seluruh makna puisi-puisiMu
bangkitkan seluruh jiwa dan pikiran, ketika terseruak
harus aku patuhi,
kali ini harus kukembali pada kodrat kehidupan
lupakan segala kesombongan dalam sujud
hanyalah mahluk kecil dan lemah
setumpuk kertas dan sinar lentera hanyalah rencana tak pasti
ada yang lebih pasti, dalam keagungan dan karuniaNya.

September, 2008


Responses

  1. semoga kita bisa kembali kepada kodrat-Nya sebagai hamba yang lemah dan tak berdaya sehingga bisa menanggalkan sikap eombong dan takabur.

  2. smoga saja kita tidak lupa pda kodrat ,
    jman skrang kand sudah bnyak orang2 yg lupa pda kodratnya.

  3. semoga kita bisa menerima kodrat yg telah tuhan berikan kpda stiap umatnya .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: