Oleh: atep t hadiwa js | September 23, 2008

Legenda “Situ Lengkong” dan “Kerajaan” Panjalu

Disarikan oleh Atep T. Hadiwa Js.
(dari R. Hendar Suhendar, SH., Sejarah Panjalu, 2007)

Bagian Dua
Museum Bumi Alit dan Upacara Adat ‘Nyangku’

Kerajaan Panjalu memiliki satu bangunan tempat penyimpanan benda-benda pusaka, dinamai ‘Museum Bumi Alit’, yang terletak tidak jauh dari Situ Lengkong. Bumi Alit dikenal juga dengan nama ‘Pasucian’, didirikan oleh Sanghyang Prabu Boros Ngora (raja Panjalu). Pada awalnya Bumi Alit terletak di Buni Sakti, kemudian dipindahkan ke Desa Panjalu lengkap dengan benda-benda kerajaan Panjalu. Bentuk Bumi Alit berupa tanaman lumut yang dibatasi dengan batu-batu besar, dan di sekelilingnya dipagari dengan tanaman Waregu. Di tengah-tengahnya berdiri sebuah bangunan, terbuat dari kayu dan bambu, di bawahnya adalah ijuk. Dindingnya terbuat dari bilik, dan atapnya (suhunan) terbuat dari ijuk berbentuk pelana.

Pada tahun 1955, Bumi Alit dipugar oleh warga dan sesepuh Panjalu yang bernama R.H. Sewaka (alm). Hasil pemugaran itu menjadikan bentuk bangunan Bumi Alit sekarang adalah campuran bentuk mesjid jaman dahulu dengan bentuk moderen, beratap susun tiga. Di pintu masuk Museum Bumi Alit terdapat patung ular bermahkota dan di pintu gerbangnya terdapat patung kepala gajah. Hingga kini, pemeliharaan Museum Bumi Alit dilakukan oleh Pemerintah Desa Panjalu yang terhimpun dalam ‘Wargi Panjalu’ di bawah pengawasan Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Ciamis.

Salah satu warisan budaya yang turun-temurun menjadi tradisi pada masyarakat Panjalu, yaitu upacara adat sakral ‘Nyangku’. Pada zaman dahulu upacara adat ini merupakan suatu acara ritual yang dianggap agung, karena pada zaman itu berfungsi sebagai sarana penyebaran agama Islam. Upacara ini dilakukan hanya sekali dalam setahun, yaitu pada bulan Rabiul Awal (tahun hijriah). Sampai sekarang upacara adat ‘Nyangku’ masih biasa dilaksanakan, salah satu kegiatan dalam upacara itu adalah membersihkan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Panjalu, sedangkan hakikatnya makna dari upacara itu adalah membersihkan dari segala sesuatu yang dilarang dalam agama Islam. Selain itu upacara adat ‘Nyangku’ juga bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, serta sebagai wadah mempererat tali persaudaraan masyarakat Panjalu.
Pelaksanaan upacara adat ‘Nyangku’ dilakukan oleh sesepuh Panjalu dan Pemerintahan Desa Panjalu, para Tokoh, serta penjaga makam (kuncen). Benda-benda yang dibersihkan dalam upacara adat ‘Nyangku’, yaitu:

1. Pedang, sebagai senjata yang digunakan untuk pembela diri dalam rangka menyebarluaskan agama Islam
2. Cis, sebagai senjata yang digunakan untuk pembela diri dalam rangka menyebarluaskan ajaran agama Islam
3. Keris Komando, bekas senjata yang digunakan oleh raja Panjalu sebagai alat komando
4. Keris, sebagai pegangan para Bupati Panjalu
5. Pancaworo, digunakan sebagai senjata perang pada zaman dahulu
6. Bangreng, digunakan sebagai senjata perang pada zaman dahulu
7. Gong kecil, digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan rakyat pada zaman dahulu.


Responses

  1. ngiring bingah, resep pisan Kang maos sejarah panjalu.

    hatur nuhun silaturahmina, oge hatur pangwanoh.

  2. hufffffff aku nyari makalah yang berkaitan dengan filsafat jawa… apa ajah … tapi gak nemu2 we… bisa bantu gak???🙂

  3. asslamu’alaikum..

    mani lawas ti lawas, tos lami abdi teu ka panjalu

  4. kang upami nyondong poto-poto sejarah Panjalu anu resolusina sae tiasa abdi nyunkeun sapertos poto2 senjata2 anu aya di Bumi Alit, hatur nuhun.

  5. nepangkeun abdi hendi rorompok di Maparah panjalu, namung ayna nuju ngumbara kaBandung

    hatur nuhun silaturahmina kang hendi, wilujeng mancen tugas di kota kembang mugi sukses salalamina.

  6. asssss,,,,,,,,

    kmha daramang,,,
    nepangken ieu abdi iyang

    Wsslam, nuhun kang iyang silaturahmina. Alhamdulillah aya berkah, wilujeng berkarya.

  7. panjalu kota yg sangat indah

  8. wilujeung weungi saderek sadayana..bade tumaros apakah bener di bumi alit panjalu aya benda pusaka namina gobang..anu asalna ti daerah malangbong garut..hatur nuhun tos tiasa ngiring nimbrung….

  9. asalamualaikum,
    abdi andri ti sindang laya
    hyng pzan ningal upacara nyangku tos lami tra mnghadiri dei

    waalaikumssalam wrwb,
    hatur nuhun kang silaturahmina, kantun atuh ngersakeun nyaksen nyangku, engke kapayun panginten.

  10. sy ada keris yg mau sy maharkan.
    Namax keris “Naga Sabui”,mohon klo berkenan hub sy ke no sy 085332098333 atau 085386094444

  11. Benda pusaka peninggalan Sanghyang Prabu Boros Ngora tidak hanya yang ada disebutkan dalam upacara adat Nyangku, masih ada benda pusaka yang lebih tua baik dari umur/usia maupun simbol kebesaran antara lain :
    1. Pedang pemberian dari Syaidina Ali bin Abi Thalib
    2. Tongkat Komando Kebesaran
    3. Gada Naga pemberian dari Orang Tua Prabu Boros Ngora
    Benda-benda tersebut ada pada Ki Ageng Atas Angin/Pangeran Adipura Kertanegara, informasi lebih lanjut hub. 081218984663


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: