Oleh: atep t hadiwa js | September 2, 2008

ADA DURI DI HALAMAN RUMAH

Halaman rumah yang asri
sempat termenung , pagarnya yang kokoh terkena duri
duri kemunafikan penyebar kebohongan, mereka memfitnah
duri yang congkak tak tahu diri, mereka sumber kesakitan
moga kau tak berdaya duri.

Wahai duri-duri congkak dan munafik
jangan rusak halaman rumahku
jangan sebarkan berita bohongmu
dan jangan kau sembunyi bila diadili.
Seharusnya kau tahu
penghuni halaman tak akan diam diri
mereka lebih kesatria daripada kau
dan kau hanyalah duri-duri tersesat.

Wahai duri-duri congkak dan munafik
ternyata kau hanya mencari patah, tak lama juga kau lenyap
pagar halaman rumahku terlalu kokoh
terima kasih padamu: wahai pagarku
halaman rumah yang asri, ijinkan aku berbisik
aku damai bersamamu, kami damai.

Panumbangan, Juni 2008
Atep T. Hadiwa


Responses

  1. tak biasanya mas atep marah2 begini, haks, pasti ada yang ndak berse nih, hehehehe😆 duri memang menyakitkan, makanya erlu segera di-cuthik, biar ndak menimbulkan rasa sakit, mas atep, haks ….

  2. sengaja pak Li, itulah yang terpikir (betul, saya lihat pada saat itu ada yang tidak beres). tidak tahu namanya apa ya… puisi atau apa… . tolong namain… ya. tanks!

  3. Orang beramai membuiat pagar yang kokoh, agar tidak banyak serangan dari luar, namun sayang banyak juga pagar yang kokoh untuk menerima kebaikan, dia memagari agar tidak banyak yang meluruskannnya.

    “blognya semakin bagus”, Kang Atep mangga teraskeun nyeratna dina blog, wilujeng ah..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: