Oleh: atep t hadiwa js | Agustus 30, 2008

TIDAKKAH KAU TAHU

Ketika angin menepis daunmu yang runcing
kau menunjuk lurus langit biru
di sela-sela kegersangan alam
kau sisipkan kesan kedamaian

Ketika mata daunmu terbelalak ke alam
kau tak rela melihat kenyataan
tiba-tiba: serumpun pohon rebah tak berdaya
dan serentak kau tak sadar sehingga ketakutan

Ketika mata daunmu mencucurkan air mata
kau tak tahu mereka mereka telah mati
lalu: serumpun pohon yang lain ikut rebah
mereka tak berdaya
mereka tak kuasa
Dan kau pun tak lagi menunjuk lurus langit biru,
karena kau telah tahu tak ada lagi kesan kedamaian.

Panumbangan, Juni 2008
Atep T. Hadiwa


Responses

  1. liriknya tragis banget, mas atep, mengekspresikan sebuah ketidakberdayaan secara massal, sebuah potret masyarakat yang tengah hidup di tengah2 peradaban yang “sakit”.

  2. Terima kasih pak Sawali, betul sekali tema yang pak Li ungkap. Memang terinspirasi dari suatu kenyataan. Kebetulan saya menyaksikan salah satu sudut perlakuan tanpa perhitungan akan kehancuran alam oleh segelintir oknum, yang akhirnya sekelompok warga merasakan akibatnya sehingga tidak berdaya.

  3. Kang Atep sok emut kana seratan ieu cobi uninga (klik wae) http://awan965.wordpress.com/2007/05/27/lagu-pop-juga-yang-bernilai-sastra/ sareng anu ieu http://awan965.wordpress.com/2008/01/24/lagu-pop-dan-pesan-moral/

    Sepertinya entah siapa yang mulai bosan…?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: